Tampilkan posting dengan label pelecehan. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label pelecehan. Tampilkan semua posting

Senin, 27 Oktober 2014

Tips Mencegah Pelecehan Seksual





Kejadian pelecehan seksual terjadi di berbagai destinasi dunia akhir-akhir ini. Hal tersebut menjadi kekhawatiran bagi traveler wanita. Anda pun harus terus waspada, karena peristiwa ini bisa terjadi kapan dan di mana saja. Ada 5 tips untuk menghindari pelecehan-pelecehan tersebut saat melakukan perjalanan.
Dilansir dari situs resmi Pemerintah Kanada, Kamis (4/3/2013), berikut 5 cara untuk menghindari pelecehan seksual:

1. Percaya diri
Terlihat dan bersikaplah percaya diri saat Anda mengunjungi suatu destinasi. Janagn terlihat panik jika Anda tersesat atau ketinggalan rombongan. Jika seorang pria bicara kepada Anda, jangan merasa gugup atau tertekan. Bersikaplah tenang dan nyaman.
Untuk membentuk kepercayan diri, ada baiknya Anda mempelajari destinasi yang dituju secara teliti. Baik itu kebudayaan, rute transportasi, atau tempat-tempat penting seperti kantor polisi. Jadi, Anda tahu harus melangkah ke mana.

2. Hindari kontak mata
Baiknya, Anda menghindari kontak mata saat berbicara dengan seseorang. Sesekali Anda bisa memandang matanya ketika sedang berbicara untuk menghargai perasaan lawan bicara. Tapi jika Anda sudah merasa tak nyaman, maka baiknya hindari kontak mata dan pergilah dari situ. BEberapa kasus hipnotis terjadi dari kontak mata.

3. Jangan memancing perhatian
Mungkin, kebanyakan wanita lebih nyaman memakai baju terbuka seperti tanktop atau hot pants saat sedang traveling. Sayangnya, hal tersebut dapat mengundang tindak pelecehan oleh oknum-oknum tertentu.
Untuk itu, gunakan pakaian yang sopan dan pelajari juga kebudayaan setempat. Jika berpergian ke negara muslim, Anda bisa menggenakan jilbab untuk menghargai kebudayaan setempat. Selain itu, jangan duduk sendirian di kafe atau taman kota. Bebaurlah dengan keramaian.

4. Kenakan cincin kawin palsu
Tak ada salahnya Anda mengenakan cincin kawin palsu pada jari manis saat traveling. Hal ini dapat mengurangi tindak pelaku pelecehan seksual, karena Anda dikira sudah berkeluarga. Para pria yang berbicara dengan Anda pun mungkin lebih respek dan menghargai Anda sebagai seorang ibu rumah tangga. Coba juga selipkan foto pria di dompet Anda sebagai suami khayalan. Tak ada salahnya mencoba bukan?

5. Berhati-hati saat naik transportasi umum
Berhati-hatilah saat naik transportasi umum, seperti bis atau kereta. Sebab, tindak pelecehan seksual justru kebanyakan terjadi di transportasi umum.
Jika Anda merasa risih dengan seseorang, Anda bisa beranjak menjauh. Tapi, jika orang tersebut sudah mulai tidak sopan, maka teriaklah agar semua orang tahu. Anda pun akan merasa aman dari ganguannya.
Duduk bersama wanita dan dekat supir akan membuat Anda merasa lebih aman. Beberapa negara dengan tindak pelecehan seksual di dalam transportasi umum adalah India, Mexico, Brazil, dan juga Jepang. Ingat, waspada!

Mencegah Tindak Pelecehan Seksual




Akhir-akhir ini, kita sering diresahkan dengan berita mengenai pelecehan seksual yang dilakukan di tempat umum. Bukan hanya orang dewasa, tapi kadang anak-anak juga terkena kasus tersebut. Sekarang, banyak orang-orang berjiwa ekshibisionis yang berkeliaran dan tidak segan menunjukkan organ vitalnya pada orang lain, bahkan ada juga orang berkelakuan gila yang seenaknya menyentuh tubuh orang lain di tempat umum. Untuk para perempuan, waspadalah dengan orang-orang semacam ini, apalagi bila anda berjalan sendirian di tempat sepi.

Ingatlah untuk waspada setiap saat, terutama di tempat-tempat umum. Bila kalian berjalan sendirian dan berada di tempat sepi, selalu lihat dan amati lingkungan sekitar, karena kita tidak tahu kapan si ‘maniak’ itu akan beraksi. Jika perlu, bawa benda yang bisa digunakan sebagai pelindung, seperti payung atau semprotan merica, atau bahkan semprotan gas air mata, supaya bila mereka mendekat atau bahkan beraksi, kita bisa menjaga diri dan membalas aksi mereka.

Selain itu, untuk berjaga-jaga, mintalah kawan atau ada seseorang yang menemani ketika memang terpaksa pergi malam-malam sendiri. Hal itu untuk berjaga-jaga dari kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan. Yang paling penting pula berdoa selalu agar dijauhkan dari orang-orang gila seperti itu. Kadang, ketika diri kita sudah waspada atau pun awas, selalu saja ada celah yang membuat orang-orang sakit jiwa ini bereaksi. Kadang, berteriak juga tidak membantu apa-apa, karena orang-orang hanya diam mengamati.